Tahun 2026, Triniti Land Menggebrak dengan Tiga Proyek Rp 15 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun 2026, peta persaingan properti nasional mengalami pergeseran signifikan. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land, secara mengejutkan melompat dari pengembang spesialis apartemen menjadi pemain perumahan skala kota. Gebrakan ini ditandai dengan peluncuran portofolio jumbo senilai Rp 15 triliun yang menjadi tonggak lahirnya era “Triniti Land 2.0”. Baca juga: Anak Hashim Jadi Kartu As, Pamor Triniti Land Naik 10 Kali Lipat Triniti Land sedang merancang benteng pertahanan fundamental melalui recurring income dalam tiga pilar utama yang disasar untuk memperkuat struktur keuangan jangka panjang. Pertama adalah logistik dan data center dengan memanfaatkan lahan strategis di Lampung bertajuk Holdwell Business Park. Kanal Pinglu, Jalan Pintas Baru China Menuju ASEAN Artikel Kompas.id Kedua mengembangkan ultra luxury hospitality melalui kolaborasi dengan jenama global untuk pengembangan resor premium. Dan ketiga ritel modern yang mengintegrasikan mal dan pusat komersial di setiap proyek skala kota. Untuk merealisasikan ketiga proyek ini, Triniti Land mengalokasikan capex sebesar Rp 3 triliun. Baca juga: Lampaui Target, Triniti Land Catat Marketing Revenue Rp 1,89 Triliun Gebrakan ini adalah narasi tentang bagaimana sebuah entitas bertransformasi di bawah jejaring strategis lingkaran kekuasaan. Masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, anak Hashim Djojohadikusumo, sekaligus keponakan Prabowo Subianto, sebagai mitra strategis dan Komisaris Utama, telah mengubah arah angin perusahaan secara fundamental. Efek Saraswati: Akselerasi dan Legitimasi Dukungan keluarga besar Djojohadikusumo terbukti bukan sekadar pajangan di struktur organisasi. Presiden Direktur Triniti Land, Ishak Chandra, mengakui adanya Saraswati’s Effect yang melambungkan brand awareness perusahaan hingga sepuluh kali lipat. Di industri properti yang sangat highly regulated, profil tinggi pemegang saham memberikan dua “amunisi” utama: legitimasi di mata investor dan akses terhadap pertumbuhan inorganik melalui kemitraan strategis. Baca juga: Terkait Lahan Sawah Dilindungi, Pengembang Diimbau Jangan Bandel “Triniti Land kini tidak lagi hanya membangun dari nol (greenfield), tetapi bergerak lincah melakukan akuisisi lahan matang dan kemitraan strategis (brownfield),” ujar Ishak menjawab Kompas.com, Selasa (24/2/2026). Koneksi ini dipercaya akan membuka pintu bagi proyek-proyek ultra-luxury hospitality dan keterlibatan lebih dalam pada proyek-proyek strategis nasional.

Sumber: https://www.kompas.com/properti/read/2026/02/25/060000721/tahun-2026-triniti-land-menggebrak-dengan-tiga-proyek-rp-15-triliun.

Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Leave a Comment