Tiakur, (Inmas) — Di tengah proses perawatan dan pergumulan menghadapi sakit, penguatan rohani menjadi bagian penting untuk menumbuhkan ketenangan dan pengharapan.
Hal inilah yang dilakukan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Barat Daya (Kemenag MBD) melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan rohani bagi pasien di rumah sakit.
Kehadiran Penyuluh Agama Kristen tidak hanya menjadi bentuk pelayanan keagamaan, tetapi juga wujud kepedulian terhadap pasien yang sedang menjalani masa perawatan. Melalui pendekatan rohani, pasien diajak untuk tetap kuat, percaya, dan menaruh harapan kepada Tuhan dalam setiap keadaan.
Dalam pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Kristen menyampaikan Firman Tuhan yang bersumber dari Mazmur 91:1-13 dengan tema “Tuhan Tempat Perlindungan dan Pertolongan dalam Setiap Keadaan.”
Pesan Firman Tuhan mengajak pasien untuk terus berlindung dan berserah kepada Tuhan, sebab dalam setiap pergumulan, Tuhan menjadi tempat perlindungan dan sumber kekuatan bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya.
Penyuluh menyampaikan bahwa masa sakit dan perawatan tidak jarang menghadirkan rasa takut, cemas, lemah, bahkan kekhawatiran terhadap kondisi yang sedang dihadapi. Namun, situasi tersebut hendaknya tidak membuat iman menjadi goyah.
Sebaliknya, masa-masa sulit dapat menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, penyerahan diri, dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai.
Penguatan tersebut semakin ditegaskan melalui Mazmur 91:4 yang menggambarkan perlindungan Tuhan seperti seseorang yang berada di bawah sayap-Nya. Gambaran ini menjadi pesan penghiburan bahwa dalam keadaan apa pun, setiap orang yang berharap kepada Tuhan tidak pernah berjalan sendirian.
Selain penyampaian Firman Tuhan, Penyuluh Agama Kristen memberikan motivasi kepada pasien dan keluarga agar tetap memiliki semangat dalam menjalani proses perawatan, mengikuti anjuran tenaga medis, serta terus membangun kehidupan doa dan pengharapan kepada Tuhan.
Pelayanan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.
Dalam doa tersebut, dipanjatkan permohonan agar Tuhan memberikan kekuatan, ketenangan hati, kesembuhan bagi pasien, serta menyertai para tenaga medis dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pelayanan penyuluhan dan pendampingan rohani ini, Kemenag MBD terus mendorong kehadiran Penyuluh Agama sebagai bagian dari pelayanan yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat.
Pasien diharapkan tidak hanya memperoleh perawatan secara medis, tetapi juga mendapatkan kekuatan batin untuk menjalani masa sakit dengan iman, kesabaran, dan pengharapan.
“Dalam keadaan apa pun, tetaplah percaya kepada Tuhan. Sebab ketika manusia merasa lemah, Tuhan tetap menjadi tempat perlindungan, sumber kekuatan, dan pengharapan.”
Penulis : Debiana
Editor. : Hetsan
