PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga asupan kolagen sejak memasuki usia 20 tahun, sebagaimana dilansir dari Lifestyle pada Rabu (16/9/2026).
Langkah penjangkauan kelompok usia muda ini dilakukan melalui peluncuran Collagena Smoothies yang bekerja sama dengan jaringan bioskop Cinépolis di Senayan Park, Jakarta.
Marketing Manager RTD Milk & Coffee PT Tirta Fresindo Jaya, Gedfanus Pikko Wijaya, menjelaskan bahwa penurunan produksi protein alami dalam tubuh tersebut menjadi alasan utama edukasi perlu diberikan sejak dini.
“Karena setelah umur 25 tahun tuh kadar kolagennya berkurang,” ungkap Pikko saat ditemui pada peluncuran Collagena Smoothies di Cinepolis Senayan Park, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Protein ini secara alami berperan menjaga berbagai jaringan tubuh seperti kulit, otot, sendi, hingga tulang. Oleh karena itu, tingkat pemahaman konsumen berusia 20 hingga 25 tahun perlu ditingkatkan agar pencegahan dapat dilakukan sebelum dampak penuaan terjadi.
“Jadi dengan kolaborasi ini, kami harapkan awareness terhadap kebutuhan kolagen itu enggak cuma pada usia yang lebih tua atau lebih dewasa, tapi anak anak umur 20-25 tahun itu sudah terpapar bahwa kolagen itu sangat dibutuhkan,” jelas Pikko.
Pemilihan bioskop sebagai tempat kolaborasi disesuaikan dengan gaya hidup generasi muda yang gemar mencari hiburan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk mengenalkan produk kesehatan dengan cara yang lebih relevan.
“Karena kita tahu ya anak-anak muda ini sangat suka dengan hal-hal yang memang entertainment dan juga cukup sering ke cinema. Dengan kolaborasi spesial dengan bioskop Cinépolis ini, kami harapkan kami bisa menjangkau lebih banyak audiens, terutama yang muda,” ujar Pikko.
Temukan lebih banyak
Selain menyasar usia muda, asupan ini juga ditekankan tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan. Pria juga membutuhkan pemenuhan nutrisi jaringan seiring bertambahnya usia.
“Kebutuhan terhadap kolagen tidak hanya relevan bagi perempuan. Laki-laki juga membutuhkan kolagen untuk mendukung kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia,” kata Pikko.
Penyajian produk dalam format minuman serat dan segar seperti smoothies diharapkan dapat menarik minat konsumen pria secara luas.
“Ketika memang dihadirkan dengan format yang berbeda-beda dan juga menarik, kami harapkan bisa menjangkau target audiens pria juga,” tutur Pikko.
